Mainan Tradisional, Masihkah Ada Kabar?


Salatiga/26-10-2018, Rendahnya minat anak-anak jaman now terhadap mainan-mainan tradisional menjadi masalah yang cukup rumit akhir-akhir ini. “tidak pasti mas, jadi hitungannya mingguan, soalnya tiidak setiap hari terjual sesuai target” kurang lebih begitu tutur seoarang ibu penjual mainan tradisional disekitar pasar raya II salatiga. Beliau memulai menjual mainan sejak 2 tahun lalu kira-kira. Hanya dengan alas an sampingan jualan baju dan pakaian lain.

Hasil kunjungan kami di took tersebut menjelaskan kepada kami betapa rendahnya minat anak-anak bermain mainan tradisional seperti topeng-topengan, jaranan, pecut-pecutan, wayang mainan, dan masih banyak lagi tentunya.

Dari sini kita hanya menghimbau untuk seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita sangat perlu menjaga kelestarian-kelestarian budaya dan mainan tradisional milik kita, Indonesia. Jangan sampai budaya –budaya tersebut tertutup oleh modernisasi dan globalisasi yang dampaknya sangat keras bagi nasionalisme Indonesia.

Juga bagi orang tua yang mempunyai anak masih dibawah umur untuk tau itu semua afar tidak memeganginya berupa gadget atau alat yang serupa. Karena itu akan mengurangi interraksi dengan seorng yang didekatnya. makrufin mauhammad-

Komentar

Postingan Populer