Strategi Jitu Tumbuhkan Minat Baca Di Sekolah Dasar
Sampai
saat ini, masalah minat baca masih menjadi tema yang cukup aktual. Berdasarkan
survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Angka ini
menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan minat baca masyarakat paling
rendah di Asean. Penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh
UNDP untuk melek huruf pada 2002 Indonesia menempati pada posisi 110 dari 173
negara. Posisi tersebut kemudian turun satu tingkat menjadi 111 pada tahun
2009. Hal ini menggambarkan betapa mirisnya angka minat baca di Indonesia.
Hal itu juga tidak lepas dari
berbagai faktor yang terjadi diantaranya, kurangnya dorongan dan motivasi untuk
gemar membaca, baik dari pihak internal maupun eksternal. Serta, kurangnya
ketertarikan dalam dunia literasi. Data Badan Pusat
Statistik tahun 2006 menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang menjadikan baca
sebagai sumber informasi baru sekitar 23,5%. Sedangkan yang menonton televisi
85,9% dan mendengarkan radio 40,3%.
Selain itu, lingkungan yang kurang
mendukung juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan minat basa siswa. Pihak
sekolah dan orang tua belum bisa ikut
andil besar dalam menumbuhkan budaya membaca di Sekolah Dasar secara maksimal.
Karena usia SD adalah dimana anak sering menganggap bahwa apa yang di lakukan
oleh orang tuanya itu adalah hal yang benar dan patut di tiru sehingga perilaku
baik buruknya orang tua bisa menular kepada anak.
Minimnya buku di perpustakaan yang
belum bisa menyuguhkan bacaan yang menarik dibaca sehingga siswa kurang
tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan dan lebih memilih untuk jajan di
kantin bersama rekannya. Hal ini juga di sebabkan harga buku-buku yang relatif
mahal sehingga perpustakaan yang belum mampu kesulitan untuk memfasilitasi buku
lebih banyak.
Bahkan, kurangnya apresiasi dari guru
dan orang tua siswa berkaitan dengan budaya baca menjadikan anak merasa tidak
di hargai. Akhirnya, anak kehilangan semangat membaca dan menurunkan motivasi
membacanya.
Dari beberapa fakta diatas,
diperlukan strategi yang ampuh untuk mengupayakan peningkatan minat baca
masyarakat Indonesia, terkusus di Sekolah Dasar. Salah satunya adalah dengan
metode The King of Book. Terdapat komponen-komponen yang perlu di perhatikan
dalam melancarkan metode tersebut, di antaranya adalah:
1. One
Day, One Article.
Kata ‘memaksa’ mungkin terlalu kejam
dan keras. Akan tetapi, disadari atau tidak, anak yang duduk di bangku SD
mayoritas harus melalui paksaan dalam proses belajar, harus dengan bujukan dan
rayuan yang secara tidak langsung siswa akan terpaksa untuk balajar. Akan
tetapi, melalui paksaan itulah anak menjadi Maka, progam ini sangat efektif
dalam menunjang angka minat baca di Indonesia, terkusus di Sekolah Dasar.
One
Day, One Article adalah sebuah
program yang menuntut siswa - siswi kelas I – II SD untuk membaca minimal satu
artikel dalam satu hari dengan didampingi oleh orang tua di rumah masing –
masing, sedang untuk siswa kelas III – VI. Minimal dalam sehari dapat membaca
dan memahami isi kandungan yang terdapat dalam sebuah artikel, juga dengan
didampingi oleh orang tua di rumah. Untuk menunjang program ini, pihak sekolah
harus menjalin hubungan baik dengan orang tua/wali murid, mengingat dewasa ini
banyak orang tua yang abai terhadap perkambangan dan pertumbuhan anak. Pihak
sekolah dapat memberi pengertian kepada orang tua/wali murid mengenai besarnya
manfaat program ini bagi kemajuan minat baca masyarakat Indonesia. Dan juga,
sekolah mengadakan pemantauan perkembangan anak didik dengan membuat form
perkembangan minat baca siswa melalui perantara orang tua/wali murid.
2. Outdoor
class.
Sudah
menjadi kewajiban seorang guru memberi berbagai pelajaran bagi anak didiknya.
Termasuk memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas atau biasa
disebut Outdoor Class yaitu mengajak
siswa-siswi untuk mengenal dunia luar dengan mengunjungi berbagai tempat
terutama yang berhubungan dengan dunia literasi. Seperti, mengunjungi
perpustakaan daerah, mengunjungi berbagai kantor media cetak (Koran, majalah,
dll) mengunjungi percetakan terdekat
untuk melihat proses percetakan buku, juga bisa mengunjungi sekolah - sekolah
tetangga yang mempunyai perpustakaan yang lebih lengkap dan berkualitas.
Selain
untuk merangsang kerja otak dalam memahami hal-hal baru, siswa akan merasa lebih bersemangat dalam
belajar, serta dapat mengurangi rasa junuh yang disebabkan terlalu lama duduk
di kelas. Karena, siswa yang terlalu jenuh dengan pelajaran-pelajaran yang
menekan pikiran dan banyak mengandalkan hafalan akan merasa bosan dan
menurunkan semangat belajarnya.
3. The King of Book.
Dengan memberi penghargaan dan
apresiasi kepada siswa berkat kemauannya membaca, menyelesaikan, dan memahami
sebuah artikel atau tulisan lain secara rutin
setiap hari dapat memberi motivasi dan semangat tersendiri untuk terus
mengembangkan kemampuan dan pengetahuan melalui kebiasaan membaca, baik artikel
ataupun karya-karya literasi lainnya
Dalam menjalankan program ini, pihak
yang paling berpengaruh adalah perpustakaan sekolah. Karena, tujuan utama
dibentuknya program ini yaitu untuk menjalin hubungan baik antara siswa dengan
pihak perpustakaan sekolah dengan memberi fasilitas kepada siswa berupa
pinjaman buku yang menarik dan banyak diminati.
Pihak Perpustakaan akan mencatat
siswa-siswi yang meminjam buku dan berkunjung, yang kemudian akan direkap di
akhir semester. Siswa-siswi yang paling banyak meminjam dan berkunjung ke
perpustakaan akan diberi penghargaan sebagai The King of Book. Penghargaan berupa buku dan cindera mata dengan tujuan agar ketika di pajang di rumah akan
memberikan kesan positif dan dorongan untuk terus bersemangat dalam membaca.
Serta, mendorong anak untuk mendapat lebih banyak penghargaan. Penghargaan akan
diberikan kepada siswa bersamaan dengan penarimaan raport siswa di akhir
semester agar orang tua/wali murid merasa bangga dengan prestasi yang diraih
oleh anaknya dan akan terus mendukung tumbuh kembang anak.
Dari beberapa komponen diatas,
didapat kesimpulan bahwa pada dasarnya untuk membentuk generasi muda yang bersahabat
dengan buku, terkusus dikalangan pelajar yang duduk di bangku SD memerlukan
dorongan dan apresiasi penuh dari berbagai pihak. Terutama pihak sekolah dan
orang tua/wali murid sebagai pihak yang paling dekat dengan anak didik.
Meluangkan waktu untuk mengajak anak belajar di luar kelas yang dapat meredam kejenuhan siswa selain untuk
menunbuhkan pikiran kritis terhadap suatu hal yang baru.
Dalam misi ini, andil besar dari
pemerintah, masyarakat umum, para pemerhati pendidikan, pelajar, serta mahasiswa
dan jurnalis sangat di perlukan untuk senatiasa mendukung, melestarikan,
meningkatkan dan membangun generasi masa depan bangsa yang bisa melejitkan
angka minat baca di Nusantara. Mengingat
minat baca masyarakat Indonesia selalu mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Semoga usaha-usaha yang telah kita
lakukan sebelumnya bisa membuahkan hasil yang maksimal sehingga Indonesia dapat
benar-benar bersih dari buta huruf. Jangan sampai cucu-cucu kita nanti tidak
bisa menikmati manisnya buah budaya membaca. Terutama di kalangan pelajar.
~ooOoo~
Identitas penulis:
Nama Lengkap :
Ilham Muhammad Ma’rufin.
Tempat / Tanggal Lahir : Semarang, 31 Desember 1999.
Jenis Kelamin : Laki – Laki .
Pekerjaan : Pelajar.
E-mail : Makrufynilham@gmail.com

Komentar
Posting Komentar